
CILEGON – Dalam upaya memperkuat ekosistem digital di lingkungan sekolah, sejumlah guru SMA di Kota Cilegon mengikuti workshop intensif mengenai pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dan media pembelajaran berbasis game. Kegiatan ini menghadirkan Ibu Neli Srihandayani, M.Pd. sebagai narasumber utama yang membedah tuntas integrasi teknologi mutakhir dalam Kurikulum Merdeka.
Workshop ini fokus pada penggunaan alat-alat inovatif yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa di kelas serta efisiensi kerja guru dalam menyusun administrasi pembelajaran.
Materi dimulai dengan pengenalan Teachable Machine, sebuah platform yang memungkinkan guru memahami logika dasar Machine Learning secara visual. Dengan alat ini, guru diajak melatih komputer untuk mengenali pola, yang kemudian dapat diimplementasikan dalam proyek-proyek sains maupun teknologi di sekolah.
Tak hanya itu, peserta juga dibekali keterampilan melakukan prompting pada Gemini AI. Teknik ini bertujuan agar guru mampu menghasilkan materi ajar, modul proyek, hingga rancangan asesmen yang dipersonalisasi hanya dalam hitungan detik.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah pemanfaatan NotebookLM. Berbeda dengan AI generatif biasa, NotebookLM memungkinkan guru untuk melakukan riset mendalam berbasis dokumen pribadi, seperti buku teks atau modul ajar. Fitur Audio Overview yang mampu mengubah teks menjadi diskusi podcast menjadi sorotan karena potensinya dalam mendukung gaya belajar auditori siswa.
Untuk aspek evaluasi dan logika, workshop ini memperkenalkan dua platform interaktif:
ZEP Quiz: Mengubah kuis konvensional menjadi petualangan di dunia Metaverse (2D).
Blockly Games: Memperkenalkan konsep koding kepada siswa melalui blok visual yang intuitif untuk melatih kemampuan berpikir kritis (computational thinking).
Ibu Neli Srihandayani menekankan bahwa teknologi bukanlah pengganti peran guru, melainkan mitra untuk memperkaya pengalaman belajar.
“Guru yang menguasai AI bukan berarti digantikan oleh mesin, melainkan mereka akan menjadi fasilitator yang lebih berdaya dalam menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan para guru SMA di Kota Cilegon dapat segera mengimplementasikan perangkat-perangkat digital tersebut di ruang kelas, menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, relevan, dan menyenangkan bagi generasi Z.
Tinggalkan Komentar