
CILEGON – Tepuk tangan meriah membahana di akhir pertunjukan tari “Laku Urip” yang dibawakan oleh dua murid hebat dari SMA IT Raudhatul Jannah Cilegon di acara International Folk Arts 2025. Penampilan keren ini sukses memukau penonton, termasuk para tamu dari Rusia, Bulgaria, India, dan Korea Selatan.
Tari “Laku Urip” menjadi salah satu bintang utama dalam acara pertukaran budaya internasional yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Cilegon dan CIOFF Indonesia.
Menurut Ibu Wisye Nurhayati, guru pembimbing mereka, tarian ini bercerita tentang pembuatan kerupuk emping, pekerjaan yang sudah mendarah daging bagi ibu-ibu di Banten, khususnya Kelurahan Pabean, Kota Cilegon. Gerakan yang lincah dan dinamis, terinspirasi dari kegiatan sehari-hari dan bela diri tradisional pencak silat Bandrong, menggambarkan semangat para ibu yang tak kenal lelah membagi waktu antara mengurus keluarga dan memproduksi emping.
Kisah Inspiratif di Balik Setiap Gerakan
Tari “Laku Urip” adalah wujud penghormatan bagi ketekunan dan kerja keras para ibu pejuang. Diiringi musik tradisional seperti gong dan kendang Bandrong, setiap gerakan tari mengajak penonton merasakan semangat dan keteguhan hati mereka.
Ibu Wisye sangat bangga karena tarian ini lolos seleksi ketat. “Tarian ini terpilih dari enam tim tari favorit, jadi ini benar-benar pencapaian luar biasa bagi sekolah kami,” ungkapnya.
Dukungan Penuh Sekolah untuk Bakat Murid
Kepala Sekolah SMA IT Raudhatul Jannah, Ibu Kiki Maulidina, menjelaskan bahwa sekolahnya tidak hanya fokus pada pelajaran di kelas, tetapi juga pada pengembangan bakat murid. “Ini pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka, tampil di panggung internasional. Semoga ini bisa membuat mereka lebih percaya diri dan siap bersaing di tingkat dunia,” ujar Ibu Kiki.
SMA IT Raudhatul Jannah akan terus mendukung semua kegiatan non-akademik, dengan harapan bisa melahirkan murid-murid yang berprestasi, bermental juara, dan berakhlak mulia.
Sebagai catatan, tari “Laku Urip” sudah mengantongi banyak prestasi, seperti Juara I FLS3N Kota Cilegon 2025 dan Juara II FLS3N Provinsi Banten 2025. Kemenangan ini semakin memperkuat nama Cilegon sebagai kota yang kaya akan seni dan budaya.
Tinggalkan Komentar